Seminggu sudah Idul Fitri berlalu, namun suasana di kantor masih terasa kental akan aroma saling salam dan bermaaf-maafan. Setelah kurang lebih 2 minggu saya cuti untuk liburan hari raya dan hari ini adalah hari pertama masuk kerja, maka tak lupa dengan kerendahan hati dan keikhlasan bathin saya ingin mengucapkan Mohon Maaf Lahir Batin, mulai dari angka nol lagi ya
(seperti iklan BUMN kita)
Bulan ramadhan tahun ini terasa istimewa bagi saya, karena saya dikaruniai kesibukan baru yang alhamdulillah dapat saya tuai hasilnya. Kesibukan itu adalah mengikuti proses rekrutmen dari dua operator penyelenggara layanan seluler di Indonesia dengan posisi sebagai middle analyst. Satu diantaranya adalah adalah salah satu operator dari big 3 GSM. Proses rekrutmen alhamdulillah berjalan mulus berkat bimbingan sang Ilahi, dari tahap awal wawancara hingga terakhir yaitu tahap negosiasi gaji. Bahkan ada hal lucu dimana HRD dari kedua operator mengundang untuk melakukan medical test di waktu dan tempat yang sama yaitu 2 hari sebelum cuti masal dimulai.
Saya hanya bisa menggelengkan kepala tanda tak percaya, kok bisa sih. Namun saya tetap yakin bahwa ini adalah kehendak-Nya dan semua peristiwa pasti ada hikmahnya, baik itu yang buruk maupun yang baik. Akhirnya, sehari sebelum saya kembali ke Jakarta, saya segera mengambil keputusan untuk memilih operator yang tidak terlalu bonafit. Dari sisi kompensasi memang tidak terlalu jauh meski lebih kecil namun saya melihat adanya tantangan di sana. Tantangan untuk bertahan hidup. Iya, dalam hal ini adalah karier. Saya melihat bahwa peluang untuk peningkatan karier yang lebih cepat ada dan saya harus kesana.
Tantangan akan menjadikan hidup lebih hidup karena kita akan punya suatu plan, action, dan target untuk masa depan. Sehingga akan terasa hidup yang kita jalani lebih bermanfaat. Bayangkan jika anda tidak punya keinginan pasti kita tak akan tahu kemana sih diri kita akan dibawa dan untuk apa sih kita ini hidup. Dan peluang kita untuk memasuki gray area akan lebih besar karena kita tidak ada blue print yang jelas tentang bagaimana kita menjalani hidup. Akibatnya mudah ditebak, kita akan terombang-ambing dan mudah untuk dipengaruhi lingkungan.
Maka beranilah menerima tantangan atau menantang, karena dengan begitu potensi-potensi diri yang lama terpendam akan muncul yang menjadikan kita lebih kuat.
Salam Sukses untuk penantang hidup.
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

hidup… challenge the life… aku suka banget tantangan Nes… sumpah…