Individu-individu yang berprestasi tinggi membuat terobosan terjadi dalam setiap pekerjaan kehidupan atau bidang usaha dengan berfokus pada keunggulan, sementara orang lain hanya berfokus pada persaingan. Ya, orang-orang seistimewa itu secara individu tampak menonjol di antara orang banyak, dan pada saat bersamaan mereka juga senang berada di sekitar orang banyak karena mereka pun senang menghargai orang lain. Karena tak seorangpun merasa harus kalah agar mereka merasa berharga, mereka berusaha keras untuk mengakui atribut-atribut khusus dalam diri orang lain dan mengedepankan sifat-sifat semacam itu.
Bersaing artinya berlari di arena yang sama dengan cara yang sama seperti semua orang, terus menerus membandingkan diri anda dengan orang lain dan mengetahui bahwa dalam persaingan zero-sum tradisional, orang lain harus kalah agar anda menang. Tujuannya adalah melintasi garis finis pertama kali secara “wajar”.
Unggul artinya mencapai melebihi yang terbaik yang pernah anda berikan karena berbuat demikian penting bagi anda secara pribadi demi kepentingannya sendiri. Ini berarti memimpin arena anda sendiri sebagai individu, tim atau organisasi. Unggul adalah mengetahui kekuatan dan keinginan terbesar anda, serta menekankan kekuatan dan keinginan itu sambil dengan jujur mengakui dan menyiasati kelemahan anda. Agar unggul, dituntut kemauan untuk memberikan perhatian istimewa dan secara paradoks mengetahui kapan dan bagaimana berpikir lebih sedikit agar bisa belajar mengalami lebih banyak. Untuk unggul, kita perlu mengantisipasi dan melampaui harapan dengan cara berubah dan kreatif menggarap segi-segi penting kemampuan anda. Memang tidak sekaligus melainkan waktu demi waktu karena sering kali kita berada dalam situasi di tengah-tengah stress, ketidakpastian, perubahan mendadak dan harapan tinggi.
Agar tidak terjebak dalam pemikiran zero-sum ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan agar dapat membantu melejitkan yang terbaik dalam diri anda dan juga orang lain, antara lain :
Setiap kali anda menjadi bersikap kompetitif, tenangkan diri anda dan berfokuslah pada menemukan cara baru untuk unggul.
Setiap kali anda menemukan diri anda membidik tepat ke arah kelemahan orang lain (atau lebih tepatnya yang anggap kelemahan mereka), atau merasa bahwa orang lain harus kalah agar anda menang, tahan diri anda dulu. Stop!!!!. Ingatkan diri anda tentang betapa hal tersebut dapat melemahkan daya saing anda. Ganti persneling. Ubah sudut pandnag anda. Kejutkan diri anda. Kegagalan orang lain bisa menampakkan seolah-olah anda baik-baik saja atau maju, padahal sebenarnya anda yang diam ditempat.
Setiap kali anda menemukan bahwa anda membanding-bandingkan diri anda dengan orang lain, ubahlah sudut pandang.
Bagaimana jika membandingkan diri anda dengan yang terbaik dalam diri anda? Jika tergoda untuk bersedia menerima apa yang biasa, bertanyalah “Aku akan melakukan sebuah usaha di sini, tetapi dibandingkan dengan apa? apakah aku mencapai lebih jauh ke dalam diriku untuk sesuatu yang baru aatau berbeda yang mungkin” Apa yang kira-kira terjadi jika aku mengedepankan lebih banyak yang terbaik dalam diriku disini?”
Memang, ada saat-saat dimana medali emas hanya diraih oleh seorang pemenang. Akah tetap, tidak dalam pertandingan kehidupan. Pemenang sejati dalam parodi kehidupan adalah orang orang-orang yang unggul yang bukan dibandingkan dengan orang lain, melainkan dengan diri mereka sendiri. Dengan keunggulan, anda akan menghemat waktu dan energi yang harus anda habiskan jika membanding-bandingkan dengan orang lain.
*Dikutip dari buku best seller Unleash Your Other 90% tulisan Robert K. Cooper
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
