Jika anda kehilangan momentum memperoleh keuntungan selama tahun 2007 tentunya sangatlah disayangkan. Hal ini dikarenakan kinerja saham di Indonesia selama 2007 sangat baik, tumbuh sebesar 52.1% dan bahkan menduduki posisi kedua index saham dengan petumbuhan terbaik. Hanya dikalahkan oleh Shanghai Composite Index yang tumbuh sebesr 96.7%
Hal ini berdampak sangat positif terhadap reksadana berbasis saham, rata-rata reksadana berbasis saham tumbuh lebih dari 50%. Bayangkan, jika anda berinvestasi pada salah satu reksadana saham yang beredar saat itu, dengan berinvestasi sebesar 10.000.000 di awal tahun 2007. Pada akhir 2007 akan akan mendapatkan nilai investasi anda sudah tumbuh menjadi kurang lebih 16.000.000. Hasil yang menggebirakan bukan? Bandingkan jika anda menempatkan melalui deposito yang memberikan imbal hasil rata-rata 6% gross atau 4.8% net maka anda hanya memperoleh 10.480.000. Hasilnya jauh bukan jika anda menempatkan investasi pada reksadana saham? Cobalah anda evaluasi kembali komposisi investasi anda dan tipe resiko yang ada miliki. Sehingga aset anda dapat terus tumbuh.
Komposisi investasi juga disesuaikan dengan usia anda. Semakin muda usia anda, sebaiknya semakin tinggi komposisi pada instrumen high risk high return seperti pada reksadana saham. Sebagai contoh anda berusia 32 tahun dan memiliki dana sebesar 15.000.000 dengan jangka waktu investasi 1 tahun. Berikut adalah perbandingan hasil investasi di reksadana dengan deposit :
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

