Mengelola utang

Suatu hari seorang teman datang kepada saya, sambil menangis dan bingung dia bercerita bahwa sekarang dia dililit hutang demikian besar. Demikian besarnya sehingga dia bingung harus bagaimana? Seluruh pendapatannya sebulan tidak cukup untuk membayar cicilan hutang tadi, bisa dibayangkan betapa stres dia pada waktu itu. Awalnya saya memang geram mendengarnya, apalagi uang hasil utang itu dipergunakan bukan untuk kebutuhan primer (sandang-pangan-papan). Namun tentu sikap saya itu tidak akan memperbaiki masalah, justru akan menambah runyam masalah.

Sambil terus mendengar cerita dia dan mencoba menenangkannya, otak saya berputar-putar coba mendetailkan jalan keluar. Jalan keluar yang intinya bagaimana supaya dia bisa hidup layak meski harus menanggung beban utang itu. Saya juga tentunya bingung karena belum mempunyai pengalaman dalam masalah utang-puitang, namun ketertarikan saya terhadap angka yang membuat terus mencoba untuk berpikir bagaimana caranya?

Setelah tenang, dia mengatakan bahwa cicilan yang mesti dibayar saat ini adalah IDR 1,575 dengan rinciannya adalah 600 untuk mobil, 625 untuk ezypay – yang tidak easy membayarnya, dan 350 untuk 2 kartu kredit. Bandingkan dengan gajinya pada waktu itu IDR 1,500. Padahal idealnya, maksimal utang adalah 1/3 dari pendapatan kita agar kualitas hidup kita tidak terganggu.Lalu bagaimana menyiasatinya?

Memang, waktu itu saya mengatakan bahwa mesti buka utang lagi untuk membayar ezypay dan kartu kredit agar bisa bernafas hidup setidaknya untuk beberapa bulan kedepan. Sedangkan untuk mobil memang mau ga mau harus dibayar sebanyak itu. Setelah berputar-putar, cari info kesana kemari, akhirnya dapatlah tempat yang mau meminjamkan uang. Kita memilih untuk meminjam di BPR dibandingkan ke citibank, ABN Amro, Standar Charter, dll. BPR dipilih karena lokasinya dekat dari rumahnya, kemudian prosesnya cepat cuma 2 hari dan yang penting pemilik sudah mengenal track record dia sehingga khusus untuk “dia”, BPR tidak meminta jaminan. Sehingga didapatkan IDR 6.000 dan langsung saya sarankan untuk menutup ezypay dan kartu kredit hari itu juga dengan cicilan per bulan 250 selama 30 bulan.

Malam harinya saya coba telepon dia lagi untuk mengatakan jangan pernah mengambil utang untuk konsumtif lagi dan menyarankan untuk sering-sering kerja lembur sementara mencari pekerjaan lagi yang menawarkan gaji lebih besar. Agar kualitas hidup dia bisa meningkat kembali dan segera tercapai formula :

utang=1/3 * pendapatan

Entah sekarang bagaimana kabar utang dia sekarang, sudah lama tidak berjumpa dan semoga dia masih trauma untuk berhutang konsumtif lagi.

1 Comment(s)

  1. utang is the best. Mari kita berhutang agar hidup terasa lebih indah.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment