Andi memiliki uang 250 juta, dan menempatkan seluruh dana dalam satu wadah deposito yang memberikan hasil 7% per tahun. Maka setelah 25 tahun, dana andi akan berkembang menjadi 1,35 miliar. Tono juga memiliki uang 250 juta, namun dia membagi 5 bagian masing-masing 50 juta. Bagian 1, dia membelikan lotre undian namun dia gagal menang. Setelah 25 tahun uang dia menjadi “0″. Bagian 2, selama 25 tahun dia taruh bawah dibantal, maka setelah 25 tahun uangnya tetap 50 juta. Bagian 3, dia simpan di dalam tabungan yang rata-rata memberikan bunga 5% per tahun. Setelah 25 tahun, menjadi 169 juta. Bagian 4, dia masukkan ke deposito dengan hasil 7% per tahun, selama 25 tahun uang dia akan menjadi 271 juta. Bagian terakhir, dia belikan saham dan memberikan keuntungan rata-rata 14% per tahun sehingga menjadi 1,32 miliar selama 25 tahun. Total aset yang Tono miliki adalah 1,81 miliar, memberikan 460 juta dibandingkan Andi. Ilustrasi diambil dan diedit ulang dari sinar harapan
Sekarang bagaimana jika kita ingin memulai diversifikasi (penyebaran aset) dengan dana terbatas misalnya 1 juta. Andai kita mengikuti ilustrasi diatas, maka dana kita akan menjadi 200 ribu per bagian. Namun, kita akan terbentur kendala akan batas minimun penempatan deposito, tabungan atau bahkan saham. Ingat sekarang minimun pembukaan rekening tabungan 500 ribu, deposito 1 juta belum lagi pembukaan account saham harus deposit minimal 5 juta.
Nah, mungkin reksadana menjadi salah satu alternatif untuk melakukan diversifikasi. Reksadana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam. Portofolio investasi dari Reksadana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas. Dengan memilikinya, investasi kita sudah tersebar di berbagai instrument investasi yang tersedia. Dan dana untuk membeli unit reksadana relatif murah, rata-rata 1 juta. Bahkan ada beberapa manager investasi yang menawarkan 250 ribu. Sungguh kesempatan cukup bagus bukan ??
Jenis reksadana sendiri ada beberapa berdasarkan tingkat resiko dan penempatan portofolionya, antara lain :
1. Reksadana Saham:
Jenis reksadana memiliki resiko yang paling tinggi namun memberikan hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis reksadana yang lain
Pemempatan portofolionya 80-100% ada di saham, sisanya berbentuk kas.
2. Reksadana Campuran:
Jenis reksadana memiliki resiko yang moderate namun memberikan hasil yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis reksadana penghasilan tetap.
Pemempatan portofolionya ada di saham, pasar uang maupun obligasi dengan komposisi yang berimbang.
3. Reksadana Penghasilan Tetap:
Jenis reksadana memiliki resiko yang rendah namun memberikan hasil yang cukup tinggi dibandingkan dengan deposito.
Pemempatan portofolionya sebagian besar ada di obligasi dan pasar uang. Namun tidak menutup kemungkinan menempatkannya di saham dengan porsi yang relatif kecil.
4. Reksadana ETF:
Jenis reksadana memiliki resiko yang cukup tinggi, dimana reksadana ini diperdagangkan di lantai bursa seperti layaknya saham
Kenali profil investasi anda dan mulailah berinvestasi sesuai dengan profil anda
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
