Meditasi yang sering kita dengar mempunyai pengertian adalah sikap menenangkan pikiran dengan cara-cara tertentu di mana pikiran kita sampai menemukan sensasi-sensasi sehingga menimbulkan rasa damai dalam hati untuk mencapai ketenangan jiwa. Dan ada juga yang mengartikan bahwa meditasi adalah sebuah pelatihan yang menggunakan pikiran untuk tujuan mengatur pikiran dengan usaha kita. Meditasi sendiri berbeda dengan konsentrasi karena konsentrasi ialah untuk memahami
dan menguasai pikiran-perasaan sehingga ia tidak lagi menanggapi dengan kacau
terhadap suatu peristiwa (fokus terhadap satu pikiran).
Sekarang, bagaimana kita dapat menyelami pikiran bawah sadar lebih dalam, dan lebih dalam, sehingga kita bisa mencapai lapisan terbawah kesadaran tempat kita menemukan tujuan hidup yang sebenarnya? Satu-satunya cara untuk mencapainya adalah melalui meditasi penjelajahan transcendental (menembus) alam kesadaran yang lebih luas dan lebih dalam. Melalui meditasi, kita memperoleh energi kehidupan, kekuatan, dan terlebih lagi tuntunan dalam melewatkan hari-hari kehidupan kita. Esensi meditasi adalah berakhirnya pikiran sadar (conscious mind) kemudian memasuki dimensi lain yang berada di alam bawah sadar (subconscious mind) dan supra kesadaran (supraconscious mind).
Cara meditasi sendiri ada dua macam yaitu meditasi duduk dan meditasi gerak (Tai-chi). Meditasi duduk sebenarnya sudah diperkenalkan Islam jauh sebelum Sidharta Gauthama lahir melalui ajaran Budhi Dharma. Nabi Muhammad SAW sering mempraktekkannya ketika sebelum dan sesudah diangkat menjadi Rasul. Bahkan sholat-sholat yang menjadi kewajiban umat Islam merupakan satu bentuk meditasi. Penelitian Seorang dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya, menunjukkan bahwa jika seseorang melakukan shalat tahajud delapan rakaat dan membaca wirid (berdzikir) 200 kali setiap hari pukul 02:00 – 03:30 dini hari, kondisi batin mereka relatif tenang dan stabil. Ketenangan bisa membuat hormon kortisol mereka rendah, yang berarti tidak terkena stres. Seorang ahli kanker dari Surabaya juga sependapat bahwa shalat bisa meningkatkan respons imun (kekebalan) tubuh terhadap penyakit.
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
