Sriguntingku sayang sriguntingku malang

Bicara tentang burung srigunting, pikiranku hanyut dalam masa kecil dulu. Burung-burung itu berkumpul, saling bersiulan indah satu sama lain dan menari kesana kemari bersama temannya begitu indah dipandang. Makin kutenggelam dalam kenangan masa lalu, saat bersama teman-teman sebaya mengganggu burung itu, atau melempari mereka dengan batu tatkala mencoba minum air di sungai. Mereka segera kabur, namun beberapa menit kemudian kembali mencoba minum seakan lupa bahwa ada kawanan bocah yang mengganggunya. Lucu memang mengingat hal itu.

Setelah beberapa tahun, kian langka burung yang satu ini. Kemana mereka kini berada. Tak mungkin mereka hilang karena trauma akan kenakalan kami mengganggu mereka waktu itu. Mereka takut ditimpuki dengan batu oleh kami sehingga mereka kabur ke negeri sebrang. Sangat disayangkan mereka pergi, para tetanggaku yang sebagian besar petani merasakan kepergian mereka. Berkat keberadaan mereka, tetanggaku dapat menandai bahwa musim tanam telah datang dan saatnya siap-siap menanam.

Mengapa sekarang mereka ngambek tak mau menyapaku lagi. Menghiburku dengan atraksi dan manuver-manuver terbangnya. Mengapa oh… mengapa?? Apa karena bukit dekat desa kami telah gundul sehingga serangga kesukaan merekapun lenyap. Atau karena musim hujan dan kemarau tak menentu lagi akibat pemanasan global.

Srigunting, sapalah kami lagi… kami tak akan mengganggu kalian lagi karena kami sudah besar sekarang.

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment