Berinvestasi sebagai pemberi utang

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, akibat beberapa kesibukan kantor dan kampus yang cukup menyita waktu. Bahkan beberapa hari terakhir tidur diatas jam 12 malam.

Ok, back to topic. Tulisan kali ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu tentang investasi high return no risk. Namun portofolio kali ini adalah hutang. Dimana jika kita berinvestasi (memberikan hutang) kepada orang lain, maka Allah akan memberikan return sebesar 17 kali lipat daripada hutang pokok yang kita berikan. Mungkin kita bertanya kok bisa ya? padahal kalau kita memberikan hutang kepada orang lain, toh uang kita akan kembali suatu saat nanti. Beda dengan berinfaq, uang kita secara fisik sudah hilang karena kita berikan kepada orang lain tanpa berharap orang tersebut mengembalikan. Kok bisa-bisanya return pemberi utang lebih tinggi daripada berinfaq.

Di dalam hadist HR.Ibnu Majah, Nabi SAW pernah menyampaikan bahwa di dalam perjalanan Isra, beliau melihat di pitu surga tertulis bahwa infaq shodaqoh diganjar 10 kali lipat sedangkan memberi utang diganjar 17 kali lipat. Nabi pun pernah bertanya kepada malaikat jibril perihal tersebut, dan jibril menjawab bahwa orang yang diberi infaq belum tentu mereka membutuhkan sedangkan orang yang berhutang pasti memerlukan bantuan.

Namun, tetap ingat bahwa dalam memberi hutang jangan mengharapkan bunga ataupun kompensasi apapun pada saat pengembalian kepada orang tersebut. Karena selain dosa yang sangat besar, juga return 1700% yang dijanjikan oleh Allah SWT pastilah menguap.

Salam Investasi

Sedekah, High Return Zero Risk

Sholat jumat kemarin berbeda dengan sholat-sholat jumat sebelumnya yaitu khotib yang menyampaikan khutbah jumat adalah Ustad Yusuf Mansyur. Kemungkinan besar pada pembaca semua sudah tahu siapa itu Yusuf Mansyur. Khutbah yang disampaikan pada kesempatan itu adalah khutbah tersingkat yang pernah saya ikuti selama saya di Jakarta. Menurut perkiraan saya tidak sampai 10 menit khutbah tersebut disampaikan. Namun Yusuf Mansyur menyampaikan kalau setelah sholat jumat akan diadakan semacam pengajian sampai jam 1 siang. Kalau menurut pendapat saya pribadi dan melihat gaya penyampaian Yusuf Mansyur sebelumnya, pak ustadz ini kurang menyukai forum formal yang kaku. Namun terlepas dengan semua itu saya mencoba membagikan apa yang saya dapatkan dari Yusuf Mansyur saat itu.

Tema pada pengajian dadakan itu adalah tentang sedekah. Sedekah adalah sebuah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Di dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin return dari investasi itu 1000% atau 10 kali lipat dari modal yang kita keluarkan. Bahkan resiko yang ditanggung adalah 0%. Investasi macam apa di dunia ini yang sanggup mengalahkan investasi dengan sedekah ini. Salah satu cerita menarik yang disampaikan oleh Yusuf Mansyur saat itu adalah ada seorang teman beliau yang ingin berangkat naik haji. Dia berencana untuk menabung sedikit demi sedikit di tabungan haji pada sebuah lembaga keuangan namun masih bimbang. Dia datang ke Yusuf Mansyur untuk mencoba berdiskusi, dan singkat cerita Yusuf Mansyur menyarankan uang yang dia punya itu diinfaqkan ke pesantren Yusuf Mansyur, dan Yusuf Mansyur pun mengatakan kalau sedekah dijalan Allah akan mendapatkan balasan 10 x lipat. Secara matematis, misalkan uang untuk berangkat haji adalah 25 juta, maka yang harus diinfaqkan adalah 2,5 juta dengan diiringi doa semoga saya selalu dilimpahkan rejeki dan saya diundang untuk menunaikan ibadah haji. Selang beberapa bulan kemudian dia mendapatkan reward dari kantornya untuk berangkat haji biaya kantor. Sungguh luar biasa bukan….

Sedekah dan doa adalah dua hal berbeda. Sedekah didasari oleh keikhlasan untuk berbagi sedangkan doa didasari oleh kehambaan/ketidakmampuan atau pengharapan untuk ditolong. Benar sekali sedekah harus ikhlas namun Allah juga menganjurkan kita untuk senantiasa berdoa kapanpun dan dimanapun. Jadi tidak ada salahnya kita melakukan dua-duanya bahkan dalam waktu yang bersamaan. Karena menurut beberapa sumber yang saya baca bahwa kemakmuran dan kebahagiaan seseorang didasari oleh tiga hal yaitu kerja keras, doa/ibadah dan sedekah.

Di luar negeri kita dapat mengambil pelajaran dari seorang investor ulung yang sangat sukses di pasar modal, yaitu Warren Buffet. Menurut pendapat saya pribadi, beliau sudah merasakan return yang luar biasa dari instrumen investasi sedekah ini sehingga pada kesempatan lain beliau menghibahkan 85% di bulan Juni 2006 pada Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation. Dan ajaibnya, meskipun harga beliau berkurang setiap tahunnya untuk amal, namun saham yang dia miliki meningkat lebih cepat.(by forbes magazine).

Dengan contoh diatas, apakah anda akan melewatkan begitu saja kesempatan investasi luar biasa ini? Di Indonesia orang berbondong-bondong menempatkan portofolio nya pada instrumen saham untuk mendapatkan return yang tinggi, namun jangan lupa resiko tinggi sudah menanti di depan mata. Berbagilah dan nikmati hasilnya…

Salam Senyum dan Sedekah

Market challenger become follower

Perkembangan dunia telekomunikasi Indonesia selama 3-5 tahun ini berkembang cukup pesat ditandai dengan makin banyaknya operator baru penyedia layanan telekomunikasi bermunculan. Indonesia yang populasi penduduknya sekita 220 juta jiwa adalah target pasar yang gurih bagi operator tadi. Apalagi sekarang pelanggan telekomunikasi baru sekitar 110 juta atau masih 50-55%, itupun banyak diantara mereka adalah double subscriber. Dengan bermunculan operator baru, maka penetrasi telekomunikasi ke pasar Indonesia makin dalam. Yang dulunya hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas, sekarang menengah ke bawahpun dalam berhape ria. Dulu untuk membeli starterpack(nomor) saja dibutuhkan uang 200 ribu, sekarang 249 ribu sudah dapat nomor dan handphone sekalian.
Sekarang kita coba melihat operator incumbent, operator-operator telekomunikasi yang sudah dewasa dan matang dalam mengarungi persaingan pasar. Di situ ada telkomsel, market leader yang sukses mempertahankan posisinya hingga saat ini. Eric Meyer, sang sutradara marketing telkomsel mampu membawa bendera telkomsel tetap berkibar di atas sampai sekarang. Meskipun ada beberapa pengamat yang mengatakan bahwa sentuhan marketing yang maknyuss dari telkomsel sudah mulai pudar seiring dengan pindahnya sang sutradara ke bakrie telekom. Salah satu keunggulan dari telkomsel sampai saat ini adalah coverage atau daerah cakupan. Di mana sampai detik ini belum ada yang dapat menyaingi jumlah bts yang mencapai 14.000 buah di seluruh nusantara. Oleh karena itu, telkomsel cukup cool menyikapi perang tarif yang berkembang akhir-akhir ini. Karena kalau saya perhatikan strategi mereka bukan lagi mendapatkan pelanggan baru tetapi mempertahankan loyalitas pelanggan lama.

Di belakang telkomsel, ada penantang, operator besar sebagai penyeimbang yang mempunyai reputasi sangat bagus. Dengan jumlah subscriber 1/2 dari subscriber telkomsel membawa indosat memperoleh laba hingga 2 triliun di tahun 2007. Meskipun coverage indosat masih belum dapat menyamai telkomsel namun indosat terus berusaha memperluas dan memperbaiki kualitas signalnya bahkan slogan marketing menyebutkan “signal kuat indosat” di awal tahun 2007. Didukung oleh anggaran modal yang besar, membuat teknologi indosat terus up to date. Beberapa waktu yang lalu saya membaca ulasan di koran tempo bahwa 3.5 G indosat cukup stabil dibandingkan operator lainnya meskipun masih ada blankspot di beberapa titik di Jakarta.

Ada excelcomindo, operator yang sebagian sahamnya dikuasai oleh telecom malaysia ini menguntit dibelakang 2 operator besar dari sisi subscriber dan profit. Gerakan agresif excel untuk mendapatkan subscriber baru cukup efektif membuat operator ini memiliki 15.5 juta subscriber di akhir tahun 2007 lalu. Apalagi punggawa indosat yaitu Hasnul Suhaimi berganti bendera dengan menjadi komando di exelcom. Kalau operator di atasnya tidak menghiraukan, bukan tidak mungkin bendera excel akan berkibar lebih tinggi.

Beberapa bulan terakhir promosi tarif Rp. 1/detik oleh excelcom membuat dunia telekomunikasi seluler indonesia bergejolak. Genderang perang tarif dimulai. Telkomsel membalas dengan tarif Rp. 0.5/detik, lalu excel membuat tarifnya menjadi Rp. 0.1/detik. Indosat coba memanaskan perang dengan menawarkan tarif Rp. 0.01/detik. Kemudian berkembang pertarungan tarif antara indosat dan excel sampai 0.000000…1 dan kawin ama kambing. Luar biasa !!! Namun saya mencermati, posisi indosat dari perang tarif itu menjadi seperti follower tarif excel. Coba kita diperhatikan, indosat menawarkan tarif 0.01 karena mengikuti excel yang lebih dulu 0.1. Sekarang excel menawarkan Rp. 600 ke seluler manapun di ikuti oleh indosat dengan Rp. 240.
Lalu posisi indosat sebagai market chalanger nya telkomsel menjadi bias bahkan cenderung followernya excelcom. Ada apakah ini? apakah ini akibat ketakutan berlebihan karena subscribernya beralih ke operator? Ataukah kebuntuan inovasi dan kreatifitas menghampiri para punggawa marketing di indosat sehingga melupakan “blue ocean strategy“. Saya berpendapat, seharusnya indosat maupun operator lain membawa diri untuk lebih sabar menyikapi persaingan ketat ini dan tetap menjaga kualitas agar tetap exist dan dibutuhkan pelanggan.
Perang tarif adalah gula yang sangat manis untuk pelanggan namun jika kualitas pelayanan tidak diperbaiki bahkan dikebiri seperti gula yang banyak semutnya. Manis namun tidak ada yang mau menyentuhnya.

Bravo telekomunikasi indonesia.

*Tulisan diatas adalah pendapat pribadi dan hanya untuk referensi pribadi bukan untuk promosi maupun doktrinisasi.

60 Detik yang mengubah stres buruk menjadi stres baik

Proses modifikasi pola perilaku merupakan langkah utama yang memudahkan kita untuk mengubah hidup dan membuat sikap itu sesuai dengan kepribadian kita. Upaya untuk mengibah sebagian pola perilaku kita sangat menentukan dalam manajemen stres:60 detik dan dalam mengembangkan toleransi terhadap stres. Ada beberapa metode dasar untuk mengubah sikap dan metode tersebut membawa kita ke dalam teknik-teknik manajemen stres:60 detik

1. Berbicara dengan diri sendiri secara positif. Bila kita berada dalam situasi yang penuh stres, ambillah waktu satu menit untuk menemukan sesuatu yang positif dari peristiwa itu. Hal terburuk yang dapat kita lakukan adalah mengatakan sesuatu yang negatif kepada diri sendiri.

2. Bayangkah hasil-hasil yang positif. Ketika berada di bawah tekanan, umumnya kita membayangkah apa yang diharapkan akan terjadi. Berhentilah dan ambillah waktu 60 detik untuk memikirkan hasil yang baik. Berharaplah untuk meraih sukses. Jika demikian, hasil yang baik dari situasi yang penuh stres akan datang dengan sendirinya.

3. Bersikap cukup fleksibel untuk berubah. Kita tidak perlu ragu untuk mengubah cara kita mendekati masalah. Dengan bersikap fleksibel, kita dapat menemukan metode yang lebih baik dalam mencapai tujuan dan mengatur hidup ini. Kita harus memiliki kebijaksanaan dan keberanian untuk melakukan berbagai hal dengan cara yang lebih baik.

4. Ambillah waktu istirahat. Hanya sedikit di antara kita yang dapat bekerja lebih dari tiga atau empat jam tanpa kehilangan kemampuan untuk berkosentrasi. Kita perlu beristirahat setiap beberapa jam. Hal ini bermanfaat untuk membebaskan pikiran dan mengembalikannya pada kerangka berpikir yang baik. Menyisihkan waktu satu menit untuk diri sendiri akan membuat kita merasa penting dan berharga. Ketika kita membuat diri istimewa, secara otomatis kita memiliki pandangan yang lebih baik terhadap kehidupan. Selain itu, kita dapat meningkatkan kemampuan untuk mengubah hidup.

5. Carilah waktu kerja dan lingkungan yang terbaik. Kebanyakan dari kita adalah orang-orang yang sibuk di pagi atau malam hari. Tentukan waktu yang terbaik bagi anda. Kemudian, rencanakan sebanyak mungkin jadwal pekerjaan pada periode waktu tersebut, mengerjakan tugas pada puncak energi anda.

6. Berolahraga. Olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk melepaskan ketegangan dan kekhawatiran. Olahraga tidak hanya membuat kita merasa berenergi dan segar, tetapi juga mendorong sistem kekebalan kita. Olahraga juga melepaskan hormon endorfin di dqalam tubuh kita. Selain berfungsi sebagai penahan rasa sakit, hormon ini juga menimbulkan perasaan sejahtera dan gembira.

7. Jangan tinggal di masa lalu. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, hanya masa sekarang dan mungkin, masa depan. Itu sebabnya, alih-alih mengkhawatirkan apa yang telah terjadi di masa lalu, kita seharusnya mengambil waktu satu menit untuk menggunakan pengalaman masa lalu itu secara positif: “Baik, saya tidak mau melakukan itu dengan cara seperti dulu. Suatu saat, saya akan melakukannya dengan cara lain” Maka, lupakan hal itu dan lanjutkan langkah anda untuk melakukan hal-hal yang lebih penting.

8. Ubahlah atau hindari situasi. Semua orang mempunyai sifat dalam kepribadian yang tidak sanggup mengatasi situasi-situasi tertentu. Bahkan, ketika kita berupaya mengubah sikap dan perilaku kita. Ketika hal ini terjadi, ubahlah atau hindari situasi itu sepenuhnya. Hal ini mungkin sulit dilakukan, terutama jika berkaitan dengan pekerjaan atau karier. Tetapi, kebanyakan orang menemukan bahwa teknik manajemen stres:60 detik sangat menolong untuk memperbaiki situasi mereka hingga suatu suatu titik di mana sanggup menghadapi kondisi yang terburuk.

Agar dapat mengubah peristiwa negatif menjadi pengalaman positif, kita harus melakukan penyesuaian dalam berpikir dan tindakan kita. Tanpa memperhatikan jenis kepribadian kita pengkondisian diri untuk menghadapi stres melalui perubahan sikap dan perilaku merupakan elemen kunci dalam mengembangkan gaya hidup yang toleran terhadap stres.

*Tulisan diatas dikutip dari buku 60 Second:Stres Managemen tulisan Dr. Andrew Goliszek

Outsourcing, perburuhan ala kapitalis

Selama 5 tahun terakhir kita dapat memperhatikan jamur-jamur outsourcing tumbuh subur nusantara. Dengan alih-alih demi menarik investor dan pertumbuhan ekonomi makro, pemerintah membuka jalan lebar-lebar untuk sistem outsourcing itu. Tentu saja, hal ini menggembirakan para pengusaha karena bisa mendapatkan tenaga kerja lebih murah sehingga profit perusahaan meningkat. Namun, tidak sedikit pengusaha yang berbuat nakal dengan memanfaatkan kelemahan sistem ini dengan tidak memperhatikan sisi kemanusiaan dan masa depan tenaga kerja hanya demi menekan cost upah buruh.
Sebelum lebih lanjut saya membahas, kita mesti mengetahui apa sih outsourcing itu? saya bisa memberikan gambaran bahwa outsourcing adalah suatu sistem pemindahan tanggung jawab non core business unit dari perusahaan inti ke perusahaan lain di luar perusahaan inti tersebut. Sehingga tenaga kerja itu terikat kontrak kerja kepada perusahaan lain dan sebagian besar adalah kontrak. Untuk hak dan benefit karyawan, sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan RI adalah sama dengan apa yang didapatkan oleh tenaga kerja tetap.

Di Indonesia, praktek outsourcing ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan kecil yang sedang berkembang demi efisiensi biaya perusahaan sehingga pertumbuhan perusahaan lebih cepat, namun juga dilakukan oleh perusahaan besar yang sudah mature. Disinilah kita bisa melihat ketamakan dan kapitalisasi dibalik semua ini. Apalagi dalam prakteknya, perusahaan memodifikasi sedemikian rupa sehingga sistem ini menguntungkan pengusaha dan sangat-sangat merugikan tenaga kerja. Contohnya, praktek sistem outsourcing ini pada perusahaan besar di telco indonesia. Perusahaan ini memanfaatkan sistem outsourcing hampir di setiap lini bisnisnya. Network, IT, Finance, Marketing, Customer Service, dan sebagainya. Menilik pada Undang Undang Ketenagakerjaan Pasal 66 disebutkan bahwa “Pekerja dari penyedia jasa pekerja tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi” dari satu pasal diatas sudah kelihatan adanya pelanggaran. Lalu status kontrak dari tenaga kerja itu sendiri juga ada indikasi pelanggaran bercermin pada pasal 59 yang menyebutkan
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan
pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:
a. pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
b. pekerjaaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;
c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau
d. pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.
Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.

Bahkan mogok kerjapun seringkali dianggap sinis oleh perusahaan dan bisa berakibat pada ancaman pemutusan hubungan kerja, padahal hal tersebut secara hukum adalah sah sesuai dengan pasal 137-145. Namun sekali lagi, tenaga kerja selalu dalam posisi lemah. Mereka sangat memerlukan pekerjaan dan sistem apapun meski itu merugikan akan mereka terima asalkan bisa mendapatkan pekerjaan. Cerminan tenaga kerja Indonesia yang tidak mempunyai bargaining power di negeri sendiri, apa lagi di negeri orang lain.

Semoga pemerintah mau dan dapat merevisi UU Ketenagakerjaan yang lebih menguntungkan tenaga kerja dan mengawasi prakteknya. Tidak lagi mementingkan pertumbuhan ekonomi namun juga kesejahteraan tenaga kerja Indonesia, toh apa artinya ekonomi tumbuh dengan pesat namun kesejahteraan tenaga kerja rendah maka akan timbul gejolak sosial akibat kesenjangan yang begitu lebarnya.

Salam anti outsourcing….

*Referensi tulisan diatas
1. Detikcom
2. UU Ketenagakerjaan

Change unrealistic to be realistic

Merubah tidak mungkin menjadi mungkin….
Anda punya mimpi? pastinya ada bukan. Namun mulai sekarang belajarlah untuk mempunyai mimpi yang unrealistic (mustahil). Mungkin sebagian besar orang mempunyai mimpi besar namun sesegera akan muncul ada batasan-batasan yang dia ciptakan sendiri. Akibatnya impian itu menjadi mengkerut dan kerdil. Suatu contoh, dia adalah karyawan biasa mempunyai gaji cuma 2 juta per bulan. Setiap perjalanan ke kantor sering melintas mobil-mobil mewah di depannya sehingga muncul impian dia untuk mempunyai mobil tersebut yang kisaran harganya 500 juta. Tapi makin dipikir kok makin mustahil ya impian itu, bagaimana bisa? wong gaji aja tiap bulan habis buat hidup, gerutunya. Akibatnya, ya sudahlah terima sajalah, mudah-mudahan bisa beli mobil. Syukur-syukur tipenya sama dengan mobil-mobil mewah yang sering dilihatnya.

Nah dari sini kita dapat melihat bahwa sebenarnya dia sudah dijalur benar bahwa mempunyai mimpi, artinya dia mempunyai motivasi untuk menjaga eksistensinya dalam hidup. Namun sekali lagi dia menciptakan batasan yang membuat dia demotivate. Batasan itu muncul karena perasaan. Perasaan mustahil, takut gagal, dianggap aneh, atau bahkan dianggap gila. Akhirnya apa yang terjadi, dia menjadi seorang negosiator dan mencoba menawar impiannya sendiri. Dia berpikir realistis, ya sudah beli mobil biasa-biasa saja, yang penting punya. Andai saja dia tetap fokus, saya yakin dia akan merubah sesuatu, paling tidak merubah dirinya sendiri.

Kita pasti mengenal sosok bapak Tirto Utomo, seorang pendiri usaha air minum Aqua. Awalnya dia banyak ditertawakan orang, wong air putih kok dijual apa laku? Sekarang, siapa yang tidak tahu dengan aqua. Bahkan inovasi ini banyak ditiru oleh orang lain, tapi tetap saja Aqua sudah menjadi brand terkenal, bahkan sebagian besar sahamnya dibeli oleh perusahaan asal perancis, Danone. Di luar negeri kita tahu sosok Masaru Ibuka, presiden kehormatan sony yang mencetuskan ide gila, membuat tape recorder yang mempunyai headphone ringan sehingga dapat dibawa kemana-mana. Nada pesimis baik dari lingkungan internal maupun eksternal nyaring mendengung. Bahkan anggaran peluncuran produk ini hanya 100.000 dollar AS, anggaran sangat kecil dibanding dengan dengan produk sony lain. Dan sekarang, kita lihat betapa manisnya buah dari ide itu. Bahkan dunia mengakui bahwa ide itu adalah salah ide paling inovatif dalam sejarah.

Sekarang giliran anda. Menciptakan suatu impian yang tidak mungkin buat orang lain, tapi buat anda semuanya mungkin. Rencanakan pencapaiannya dan lakukan segera. Anda akan melalui sebuah proses yang akan anda nikmati. Bersabarlah dan selalu konsisten. “Tidak penting berapa banyak anda mengalami kegagalan, yang sangat penting adalah berapa kali anda dapat bangkit dari keterpurukan“. Memang banyak orang akan menganggap ini hanyalah teori. Prakteknya akan ada banyak sekali hambatan. Tapi ingatlah teori ini sudah terbukti, telah dipakai dan melahirkan orang yang dapat merubah dunia.

Bagaimana dengan anda?

Prepare your retire

Persiapkan pensiun anda…
Dulu waktu saya masih sekolah, banyak teman-teman saya bilang nanti kalau udah dewasa pingin kerja jadi PNS karena kita akan dapet asuransi kesehatan dan uang pensiun kalau nanti sudah pensiun. Atau kalau kerja di swasta cari perusahaan yang bonafit seperti telkom, pln, atau pt pos yang belakang saya ketahui kalau perusahaan itu adalah perusahaan BUMN. Saya cuman manggut-manggut saja mendengar celoteh bocah SMP yang memang predikatnya jempolan soal rangking-rangkingan di kelas.

Sekarang, setelah bertemu dengan banyak orang dan bertukar pikiran, wawasan saya lebih terbuka. Memang menyenangkan seandainya kita berada pada posisi orang yang beruntung, sudah kerja di perusahaan bonafit, gaji lebih dari cukup, setiap sakit berobat gratis, dan kalau pensiun masih dibayar. Nah lho, mau cari apa lagi kalau sudah begitu, enak banget khn…. Itu kalau kita termasuk orang beruntung. Kalau tidak, ya kita mesti sedikit berpikir dan bekerja lebih keras lagi. Seperti, dengan ikut dalam program asuransi kesehatan dan tiap bulan menabung di program pensiun. Cukup gampang khn… Toh, secara konsep sih sama saja. Intinya adalah kita ikut asuransi kesehatan dan program pensiun. Bedanya kalau kita bekerja di perusahaan bonafit, asuransi dan pensiun tadi dibayar oleh perusahaan, nah kalau kita usaha sendiri atau bekerja di perusahaan yang kurang bonafit biasanya asuransi dan pensiun tadi kita yang membayar.

Sekarang kita coba buat hitung-hitungan secara kasar untuk uang pensiunan yang dapat kita terima saat kita sudah memasuki usia pensiun. Asumsi bahwa uang pensiun tadi didapat dari bunga deposito dari program pensiun kita. Sedangkan pokok deposito dapat kita jadikan agunan untuk mendapatkan modal usaha atau untuk warisan anak-anak kita.

Retire Program

Asumsi bahwa kebutuhan standar hidup kita sekarang adalah 2 juta. Nah dengan tidak menurunkan standar hidup pada saat pensiun maka uang yang kita butuhkan setiap bulan adalah 20 juta (naik karena inflasi). Untuk mendapatkan bunga deposito setiap bulan sebesar 20 juta, maka dana tabungan pensiun kita kurang lebih 4 Miliar. Dan untuk mendapatkan uang sebesar 4 miliar tersebut, kita diharuskan menyetorkan uang sebesar 1 juta untuk tiap bulannya dan setoran akan terus naik setiap tahunnya seiring dengan inflasi. Misalkan tahun ini 1 juta, tahun depan kita harus menyetor 1 juta 100 ribu (inflasi 10%) begitu seterusnya sampai 25 tahun.

Bagaimana, anda tertarik dengan mempraktekkannya?

Sukses = 20% IQ + 30% EQ + 50% SQ

Sinau seng rajin yo le, ben pinter. Sesok dadi dokter
“Rajin belajar ya nak, biar pintar. Suatu saat bisa menjadi dokter”
Pasti di masa kecil kita sering mendengar kata-kata tersebut. Dari perkataan di atas dapat dilihat bahwa di masa kecil kecerdasan intelegensia kita sudah dilatih sedemikian rupa (rajin belajar) sehingga dengan harapan suatu hari nanti kesuksesan (menjadi dokter) dapat dicapai. Namun disisi lain, ternyata ada kecerdasan lain yang jauh lebih penting guna menggapai kesuksesan, yaitu kecerdasaan emosional dan spiritual.

Waktu kecil dulu, saya pernah mengikuti tes IQ tatkala masih di sekolah dasar. Saat itu saya masih belum mengerti apa guna tes itu. Yang jelas setelah hasil tes itu dibagikan, teman-teman sering membanding-bandingkan hasilnya dan mengatakan kalau nilainya tinggi berarti cerdas kalau rendah berarti bodoh dan nantinya tidak bisa sukses. Doktrin seorang kawan itu masih saya ingat sampai sekarang. Tapi tentu saja doktrin subyektif dari seorang bocah kelas 4 SD (bisa dibayangkan khn kredibilitasnya).

Seiring dengan waktu, setelah membaca beberapa referensi, saya menyadari bahwa tes IQ yang pernah saya lakukan waktu itu adalah bertujuan untuk mengukur tingkat intelegensia. Pada IQ lebih menonjolkan kemampuan logika berpikir untuk menemukan fakta obyektif, akurat, dan memprediksi resiko, melihat konsekuensi dari setiap pilihan keputusan yang ada. Dalam beberapa penelitian terakhir disimpulkan bahwa IQ bahkan kecerdasan lain sebagian besar dipengaruhi oleh hasil belajar dan sisanya diperoleh dari garis keturunan kita.

Daniel Goleman, di pertengahan dekade 90 an pernah mempoluperkan EQ dan berpendapat bahwa kesuksesan hanya 20% dipengaruhi oleh IQ dan sebagian besar dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Emotional Quotient erat kaitannya dengan perasaan. Salah satu wujud dari kecerdasan emosional adalah aspek empati - kemampuan mengindera perasaan seseorang sebelum yang bersangkutan mengatakannya. Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi.

Beberapa tahun belakangan diperkenalkan lagi kecerdasan baru yaitu Spiritual Quotient oleh Danah Zohar. Kalau dengan IQ, kita bekerja dengan mengandalkan indera, kalau EQ kita bekerja dengan menggunakan perasaan sedangkan SQ kita bekerja dengan jiwa “pusat-diri”. Kecerdasan ini lebih pada menemukan kebahagiaan dan makna dari kehidupan. Salah satu wujud dari kecerdasan spiritual ini adalah menyadari bahwa Tuhan ada disekeliling kita, Dia melihat kita dan kita merasakan kehadiran Dzat Yang Maha tersebut. Kita dapat melatih kecerdasan spiritual melalui puasa dengan syarat puasa tersebut dijalankan dengan benar. Karena puasa bisa menurunkan gelombang otak dari Beta ke Alfa sehingga membuat kita lebih sabar dan memunculkan keinginan untuk berbuat baik. Saat itu kita akan melihat hidup ini dengan cara lain, menjadi mudah bersyukur, dan mudah merasa terharu.

Kombinasi ketiga kecerdasan di atas dapat menuntun kita untuk meraih kesuksesan baik lahir maupun bathin.

* Tulisan diatas adalah pendapat pribadi yang diambil dari referensi di berbagai media massa

Krisis pangan dunia

Seminggu terakhir bursa saham dunia rata-rata anjlok dalam dan cukup menakutkan seiring dengan krisis keuangan di perusahaan investasi besar AS, Bear Stearns. Ditambah dengan pelemahan nilai tukar USD dan harga minyak yang melonjak diatas level $110 per barel yang membuat beban dunia usaha semakin membengkak. Ada apa ini? Sebuah pertanyaan sebagian investor di pasar saham Indonesia. Saya sebagai pemula hanya bisa mengamati fenomena ekonomi ini dengan melihat referensi-referensi yang berkembang di media massa. Dampak krisis kredit yang beberapa bulan lalu menerpa Amerika memicu para investor untuk mencari alternatif investasi dengan beralih ke sektor komoditas. Sebuah permintaan naik sedangkan penawaran terbatas, maka harga bisa naik gila-gilaan. Itu terjadi tidak hanya pada harga minyak, tetapi juga pada bahan baku bioenergi alternatif seperti minyak sawit, kedelai, jagung, dan gandum.

Seyogyanya pemerintah mesti waspada terhadap ancaman krisis pangan yang dapat terjadi beberapa tahun mendatang khususnya terhadap komoditas-komoditas bahan baku energi alternatif itu. Secepatkan mengimplementasikan swasembada pangan merupakan cara paling ampuh untuk dapat melewati krisis ini karena pasar dunia akan terus naik seiring dengan permintaan besar untuk dikonversikan ke dalam bioenergi. Saat ini saja kita sudah merasakan bagaimana pedihnya semi krisis pangan menghampiri Indonesia, kedelai adalah contohnya. Persediaan dalam negeri masih belum mencukupi sehingga harus mendatangkan dari luar negeri dengan harga pasar tentunya. Akibatnya sudah dapat dipastikan, harga kedelai melonjak hebat mengikuti harga pasar dunia yang fluktiatif. Dan sekarang minyak gorengpun digoyang isu yang sama. Kelangkaan !!!

Bioenergi menurut saya pribadi merupakan cara yang bagus untuk mengatasi krisis energi fosil dan mengurangi pemanasan global namun tentu dengan manajemen yang baik sehingga kebutuhan pokok manusia tidak terabaikan. Contohnya dengan memasyarakatkan penanaman pohon jarak pada ladang-ladang tandus yang tidak dipakai untuk pertanian. Memberikan insentif yang memadai untuk para petani guna menggiatkan produksi bahan pangan seperti padi, kedelai, jagung, gandum, tebu sehingga nantinya menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan sehingga kebutuhan pangan dunia khususnya masyarakat Indonesia sendiri tetap terjaga. Dan tentunya ada dukungan positif dari berbagai pihak baik swasta, LSM dan badan internasional.

Para peneliti sudah memberikan warning, tugas kita sekarang adalah mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

*Tulisan diatas adalah pendapat pribadi setelah membaca referensi dariĀ  berbagai media massa

Profesionalisme adalah sebuah pilihan

Kata-kata profesional sering sekali kita dengar, membicarakan profesionalisme ini serasa tidak ada habisnya karena hal ini merupakan modal kita untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi. Dalam kata profesionalme mengandung penekanan arti pada sebuah sikap, budi pekerti, dan tingkah laku dan bukan pada suatu paket kemampuan teknis yang canggih. Jadi dengan bersikap profesional berarti kita bersikap sesuai dengan koridor hukum serta aturan yang berlaku dan tentunya didukung oleh kemampuan intelektual yang bagus.

Pernah saya mendengar suatu nasehat dalam sebuah talkshow di radio swasta Jakarta dimana IQ diperlukan untuk dapat diterima bekerja dalam suatu perusahaan. Dan EQ (Emotional Intelligent) dibutuhkan dalam cara kita bekerja dan berinteraksi dengan orang lain dalam perusahaan itu. Nah profesionalisme itu sendiri berkaitan erat dengan EQ. Contohnya ada seorang programmer yang berpengalaman dan sangat canggih dibidang software development. Aplikasi yang dia buat selalu sempurna dan dikerjakan dengan cepat waktu. Namun dia sering datang terlambat atau sering mangkir, bersikap acuh terhadap rekan kerja yang lain ataupun cara berpakaian dia yang kurang pantas saat berhadapan dengan client di perkantoran formal. Atau bahkan lebih ekstrem lagi tiba-tiba menghilang tatkala atasan sedang membutuhkan. Nah, disini dapat disimpulkan bahwa profesionalisme orang tersebut masih belum baik karena belum dapat menempatkan diri pada kondisi yang sesuai dengan aturan yang ada.

Atau ada kasus lain, ada seorang staff senior di salah satu MNC terbesar di Indonesia, dia tidak pernah terlambat, cuti sakit pun jarang dia ambil dan bahkan pernah mendapat predikat karyawan paling disiplin di perusahaan tersebut. Namun dalam keseharian, dia sering bermain game di jam kerja bahkan bisa seharian penuh. Alasan yang dia kemukakan sering kali mengatakan dia belum ada kerjaan, dan daripada nganggur. Namun tugas yang datang dari atasan sering terbengkalai akibat sering dianggap enteng dan ditunda-tunda. Atasannya seperti sudah kehabisan akal untuk memotivasi staff itu karena motivasi untuk berubah dalam diri dia sendiri tidak ada. Nah kita bisa bagaimana bentuk melihat ketidak-profesional-an staff itu. Kalau dia mau bersikap profesional, dia bisa mengisi waktu kosong itu dengan membantu pekerjaan rekannya satu bagian atau mengasah pengetahuan dia dengan belajar entah dari buku ataupun di internet. Karena saya pernah mendengar nasehat dari atasan saya bahwa profesionalisme seseorang dapat dilihat saat tekanan pekerjaan dia sedang rendah.

Namun apapun itu, profesionalisme adalah sebuah jalan yang dapat kita pilih. Jika kita bersikap profesional, maka harus ada pengendalian dalam diri kita sehingga kita menjadi seseorang yang mampu menapaki level kedewasaan yang lebih tinggi dan jika kita tidak bersikap profesional, maka konsekuensi pahit sewaktu-waktu mungkin akan menerpa kita.

Salam profesional.

*Tulisan ini adalah bentuk dari opini pribadi dan contoh kasus yang diambil sama sekali tidak bermaksud untuk menyudutkan programmer ataupun staff senior.